MEMBAYANGKAN ORANG DAYAK KANAYATN

Oleh Yohanes SupriyadiArtikel ini adalah bagian kedua dari buku saya yang berjudul; GALAU KANAYATN; SEBUAH KAJIAN FILSAFAT TENTANG BAGAIMANA DAYAK KANAYATN MEMANDANG HIDUP, KEHIDUPAN DIRINYA DAN ORANG LAINDi Kalimantan Barat, Dayak Kanayatn sudah sangat terkenal, baik maupun buruk. Baiknya, kelompok suku ini dikenal sebagai adaftor yang ulung termasuk negosiator dan tidak baik, suku ini dikenal sebagai aggressor bagi suku-suku bangsa lainnya. Disebut adaftor, karena suku ini tinggal disebuah kawasan “bumper”, kawasan pembatas antara pesisir yang dikenal sebagai teritori Melayu-Islam dan kawasan pedalaman yang dikenal sebagai teritori Dayak-Kristen. Sedangkan di sebut aggressor, karena suku ini termasuk suku “pengembara”, yang menjelajah diseluruh bagian provinsi ini. Selain itu, dari sejarah...

PASANG SURUT IDENTITAS DAYAK

Oleh Yohanes SupriyadiArtikel ini adalah bagian pertama dari buku saya yang berjudul: "GALAU KANAYATN; SEBUAH KAJIAN FILSAFAT TENTANG BAGAIMANA DAYAK KANAYATN MEMANDANG HIDUP, KEHIDUPAN DIRINYA DAN ORANG LAIN. Pengantar Dayak, tetap menjadi sebuah misteri masa lampau, tidak ada dokumentasi yang betul-betul lengkap mengenai tata hidup bangsa ini. Terlepas dari itu, bangsa Dayak sesungguhnya bangsa yang unik, selain sub-sub suku hamper 450-an, bangsa ini juga terdapat pada 3 negara di Asia Tenggara yakni Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia. Dunia melihat bahwa bangsa Dayak adalah bangsa yang besar. Bangsa yang dipenuhi misteri. Ini terlihat dari kepercayaan mereka dalam dunia gaib, yang bagi manusia modern dianggap irrasional. Dalam segi agamapun bangsa ini unik. Disaat agama-agama besar...

IDENTITAS KELOMPOK CINA, PERUBAHAN POLITIK DAN DINAMIKANYA DI KALIMANTAN BARAT

Oleh Yohanes SupriyadiLATAR BELAKANGAda 5 kelompok etnik utama di Kalbar: Dayak, Melayu, Cina, Madura dan Jawa. Dua kelompok etnik pertama merupakan penduduk asli-mayoritas, sedangkan tiga kelompok etnik berikutnya merupakan pendatang-minoritas. Sejak masa kolonialisme hingga sekarang ini, seluruh kelompok etnik telah terlibat dalam persaingan tajam untuk merebut dominasi ekonomi, politik, dan sosio-kultural. Dengan kata lain, hubungan mereka sejak awal memang cenderung konfliktual. Kehadiran negara moderen –mulai dari Belanda, Jepang, hingga Indonesia— secara langsung atau tidak, cenderung membiarkan bahkan memanfaatkan hubungan inter-etnik yang konfliktual tersebut. Di masa kolonial, dari waktu ke waktu, semua kelompok etnik pernah berperang satu sama lain. Dan di era reformasi sekarang...

PEMUDA INDONESIA

Oleh Yohanes SupriyadiIndonesia diambang kehancuran !!! demikian Tan Malaka menjawab ketika ditanya mengapa para pemuda prograsiv revolusioner lebih suka mementingkan dirinya, kelompoknya sendiri. Dalam menghadapi imperialism, pemuda Indonesia seharusnya menjadi ujung tombak perjuangan, lanjut Tan Malaka. Di Kalbar, pemuda Indonesia memang masih payah. antara satu dan lainnya masih juga saling "terajang" (bhs Pontianak). Ini adalah buah dari kemunafikan, ungkap Sindhunata (2003. Dalam rangka 80 tahun kebangkitan Pemuda dan 100 tahun Kebangkitan Nasional Indonesia, saya menjadi reflektif dengan kondisi pemuda hari ini. Pemuda yang hanya mampu bergerak bila di "kasi" (bhs.Pontianak) bensin oleh "aktor" politik atau ekonomi yang sedang berkuasa, setelah itu, diam dan tiarap menunggu "mangsa"...

Pages 351234 »

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | JCpenney Printable Coupons