Masyarakat etnik Dayak Selako percaya bahawa kepatuhan dan kesetiaan manusia terhadap roh akan mendatangkan berkah dan mendapatkan imbalan dalam berbagai bentuk daripada para roh. Sebaliknya akan terjadi kemurkaan roh yang dapat menimbulkan kemalangan atau mara bahaya. Oleh sebab itu, manusia berusaha untuk dapat berkomunikasi dengan roh-roh tersebut melalui suatu ilmu, yang sering kali tidak dapat diterima oleh akal manusia. Tetapi memang terjadi.
Ilmu magis ini dapat diperolehii dengan beberapa cara seperti betapa (bertapa), mimpi, rajaki (keberuntungan), baguru (belajar) dan ilmu magis warisan sejak lahir. Ilmu Magis ini dapat dibahagi kedalam dua jenis iaitu : ilmu magis panas dan ilmu magis dingin. Ilmu magis panas bermakna bahawa ilmu ini dapat digunakan untuk mencelakakan orang lain (membunuh orang), Racun , dawak dan polong termasuk dalam kumpulan ini. sedangkan ilmu magis dingin bermakna ilmu magis untuk antsisipasi, menangkal ataupun untuk mengubati akibat dari ilmu magis panas. Misalnya azimat dan mantra-mantra.
Di Kecamatan Sajingan besar, kedua macam ilmu magis ini dapat dijumpai tetapi bilangan pemiliknya semakin berkurang kerana usia lanjut dan pengaruh agama Kristian. Di Kampung Batu Itapm misalnya masih ada beberapa orang yang memiliki racun. Keberadaan orang yang memiliki racun di kampung tersebut sangat dkenal di berbagai kampung di Kecamatan ini. Penulis selalu diingatkan bilamana akan berkunjung ke kampung tersebut supaya jangan sembarangan minum atau makan. Di kampung Sasak juga dijumpai 14 orang yang memiliki azimat dan kemampuan membaca mantra serta ada pula dua orang yang memiliki racun di kampung ini.
Secara tradisional, orang Dayak Selako percaya kepada Tuhan yang mereka sebut sebagai Jubata , ada juga yang menyebutnya Dervata (Roth, 1968:7). Gould (1909:38) mengatakan , ‘ Dewata is the Land Dayak name of a God from Sanskrit word dewata divinity, deity, gods. Seterusnya Roth (1968:216) menulis, ‘ we may recall the fact that Land Dayaks have a kind of Hindu Trimurti, viz-Tapa or Yang, the Preserver (Vishnu or Dewa-dewa of Hindus), Jirong-Brama, the creator (Brahma of the Hindus), Triyuh-Kamang, the destroyer (Shiva of the Hindus)’.
Yohanes Supriyadi
Posted in:


